Jumat, 08 Maret 2013

Jurnal



A.     Sejarah Jurnal
Pada masa pemerintahan julius Caesar, dewan senat menempelkan undang undang di depan gedung senat yang saat itu disebut actasenatus. Rakyat berduyun-duyun untuk mengetahui dan sementara itu orang orang kaya menyuruh para budak belian untuk menyalinnya. Budak belian ini kecuali menyalin untuk majikannya, juga menyalin untuk dijual kepada orang lain yang memerlukannya. Catatan ini disebut acta diurna dan dari kata ini lalu muncul istilah-istilah jurnal.  Tidak hanya itu, dari 5 januari 1665 di paris perancis terbit majalah periodical I “journals de scavans” yang kemudian pada tahun 1816 M berubah menjadi “journals de sarvans”.  Dan terbit juga British Journal, “Philosophical Transactions” pada 6 januari 1665. Kemudian Jurnal spesialis dalam bidang eksakta muncul pada akhir abad 18. Sampai akhirnya pada tahun 1992, Scott D. Brandt menawarkan definisi yang berlaku untuk awal jurnal elektronik sebagai generasi jurnal modern.
B.     Pengertian Jurnal
Jurnal dari kata journal (bahasa perancis) berarti catatan peristiwa dari hari ke hari. Jurnal dari kata journei (bahasa inggris) berarti catatan sidang parlemen dari hari ke hari. Penggunaan kata jurnal untuk berbagai bidang juga membawa arti yang bervariasi. Misalnya jurnal dalam bidang ekonomi menunjukkan system pembukuan rangkap. Jurnal  dalam bidang pelayaran diartikan sebagai logbook berarti buku untuk mencatat semua kejadian selama pelayaran. Menurut John Feather (1997) jurnal adalah Sebuah terbitan yg diterbitkan oleh sbuah lembaga atau instutusi yg memuat laporan, artikel penting dan tinjauan perkembangan ilmiah atau ilmu pengetahhuan. Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan.
Menurut Swan dan Brown (1999), ada beberapa keinginan penulis dalam jurnal:
Ø   ada kredit (untuk promosi dll.)
Ø   cepat tersiar
Ø   distribusi meluas
Ø   berkualitas
Ø   dapat ditemu-kembali
Ø   dikutip orang/penulis lain
Ø   tersedia sepanjang masa

1.       Jurnal ilmiah
Jurnal ilmiah merupakan terbitan berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan. (Buku Pegangan Gaya Penulisan, penyunting dan penerbitan Karya Ilmiah Pegangan Gaya Penulisan, Penyunting dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia, karya Mien A. Rifai, Gajah Mada Uneversity, 1995, h.57-95). Jurnal sebenarnya merupakan publikasi ilmiah yang memuat informasi tentang hasil kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi minimal harus mencakup kumpulan/kumulasi pengetahuan baru, pengamatan empiris, dan pengembangan gagasan/usulan.
2.       Jurnal penelitian (research journal)
Jurnal penelitian merupakan publikasi ilmiah yang menyajikan artikel hasil penelitian primer dan dimaksudkan sebagai media komunikasi antar penulis, antar ahli, antar ilmuwan tingkat nasional maupun internasional. Jurnal ini merupakan barometer kinerja suatu lembaga. Untuk itu artikel jurnal ini harus memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik substansi redaksional,struktur, dan format.
3.       Jurnal elektronik (electronic journal)
Menurut Scott D. Brandt dalam definisi yang luas, e-journal adalah beberapa pengelompokan informasi yang dikirim dalam bentuk elektronik dengan periodisitas tertentu. Beberapa definisi membatasi konsep untuk jurnal jaringan. Misalnya, Gail McMillan mendefinisikan jurnal elektronik sebagai Lawrence R. Keating , Christa Easton Reinke, dan Judi A. Goodman menggunakan "setiap serial diproduksi, diterbitkan, dan didistribusikan secara nasional dan internasional melalui jaringan elektronik seperti Bitnet dan Internet." " sebuah jurnal ilmiah yang disampaikan secara elektronik melalui jaringan "sebagai definisi. Jumlah yang segala aspek (penyiapan, review, penerbitan dan penyebaran) dilakukan secara elektronik. Kemunculan jurnal ini karena mahalnya pencetakan jurnal, kemajuan teknologi computer, dan meluasnya woeld wide web. Keuntungan jurnal elektronk ini antara lain :
1.       Lebih murah biaya pencetakannya
2.       Hemat tempat (bagi perpustakaan)
3.       Dalam waktu yang sama dapat dimanfaatkan banyak orang
4.       Lebih cepat tersajikan kepada pemustaka
5.       Tidak perlu memproses seperti peoses jurnal cetak
6.       Cepat penerbitannya.
Terbitan serial dalam bentuk elektronik, biasanya terdiri dari tiga format yakni teks, teks dan grafik, dan full image (dalam bentuk pdf). Jurnal elektronik memiliki beberapa kelebihan bila dibanding dengan jurnal tercetak antara lain: kemutakhiran, cepat diterima, menghemat tempat, dalam waktu yang sama dapat diakses banyak orang, lebih aman, mudah penelusuran, dan relative lebih murah. Kini telah beredar data base e-journal antara lain proquest, EBSCO, science dirct, scopus, IEEEComputer, JSTOR,dan lainya.
C.      Ciri-ciri Jurnal
Ciri-ciri umum yang perlu diperhatikan dalam jurnal:
  Judul jurnal harus meng-cover semua subjek dari setiap liputan yang ada.
  Kualitas artikel harus menjamin keinginan pembaca.
  Nama-nama editor atau editorial board memberikan indikasi tentang subjek yang ada dalam jurnal tersebut.

D.     Jurnal Ilmiah untuk akreditasi

Jurnal ilmiah yang diajukan untuk memperoleh Akreditasi, yaitu jurnal yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1
Jurnal yang telah terbit minimal selama 3 (tiga) tahun berturut-turut, terhitung mundur mulai tanggal terakreditasi.
2
Frekwensi penerbitan jurnal ilmiah minimal dua kali dalam satu tahun secara teratur. Bagi jurnal yang hanya sekali terbit dalam mengajukan akreditasi, harus mengajukan alasan-alasannya.
3
Jumlah tiras setiap kali penerbitan minimal 300 eksemplar.
4
Diterbitkan oleh Pengurus Perguruan Tinggi dibawah naungan Depdiknas, Himpunan Profesi dan Intansi Terkait.


0 komentar: