A. Sejarah Jurnal
Pada masa pemerintahan julius Caesar, dewan
senat menempelkan undang undang di depan gedung senat yang saat itu disebut
actasenatus. Rakyat berduyun-duyun untuk mengetahui dan sementara itu orang
orang kaya menyuruh para budak belian untuk menyalinnya. Budak belian ini
kecuali menyalin untuk majikannya, juga menyalin untuk dijual kepada orang lain
yang memerlukannya. Catatan ini disebut acta diurna dan dari kata ini
lalu muncul istilah-istilah jurnal. Tidak
hanya itu, dari 5 januari 1665 di paris perancis terbit majalah periodical I
“journals de scavans” yang kemudian pada tahun 1816 M berubah menjadi “journals
de sarvans”. Dan terbit juga British Journal, “Philosophical
Transactions” pada 6 januari 1665. Kemudian Jurnal spesialis dalam bidang
eksakta muncul pada akhir abad 18. Sampai
akhirnya pada tahun
1992, Scott D. Brandt menawarkan definisi yang berlaku untuk awal jurnal
elektronik sebagai generasi jurnal modern.
B. Pengertian Jurnal
Jurnal dari kata journal (bahasa
perancis) berarti catatan peristiwa dari hari ke hari. Jurnal dari kata journei
(bahasa inggris) berarti catatan sidang parlemen dari hari ke hari. Penggunaan
kata jurnal untuk berbagai bidang juga membawa arti yang bervariasi. Misalnya
jurnal dalam bidang ekonomi menunjukkan system pembukuan rangkap. Jurnal dalam bidang pelayaran diartikan sebagai logbook
berarti buku untuk mencatat semua kejadian selama pelayaran. Menurut John
Feather (1997) jurnal adalah Sebuah terbitan yg diterbitkan oleh sbuah lembaga
atau instutusi yg memuat laporan, artikel penting dan tinjauan perkembangan ilmiah
atau ilmu pengetahhuan. Jurnal
adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat
diminati orang saat diterbitkan.
Menurut Swan dan
Brown (1999), ada beberapa keinginan penulis dalam jurnal:
Ø
ada kredit (untuk promosi dll.)
Ø
cepat tersiar
Ø
distribusi meluas
Ø
berkualitas
Ø
dapat ditemu-kembali
Ø
dikutip orang/penulis lain
Ø
tersedia sepanjang masa
1. Jurnal ilmiah
Jurnal ilmiah merupakan terbitan berkala
yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat
diterbitkan. (Buku Pegangan Gaya Penulisan, penyunting dan penerbitan Karya
Ilmiah Pegangan Gaya Penulisan, Penyunting dan Penerbitan Karya Ilmiah
Indonesia, karya Mien A. Rifai, Gajah Mada Uneversity, 1995, h.57-95). Jurnal sebenarnya merupakan publikasi ilmiah
yang memuat informasi tentang hasil kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi minimal harus mencakup kumpulan/kumulasi pengetahuan baru, pengamatan
empiris, dan pengembangan gagasan/usulan.
2. Jurnal penelitian (research
journal)
Jurnal
penelitian merupakan publikasi ilmiah yang menyajikan artikel hasil penelitian
primer dan dimaksudkan sebagai media komunikasi antar penulis, antar ahli,
antar ilmuwan tingkat nasional maupun internasional. Jurnal ini merupakan
barometer kinerja suatu lembaga. Untuk itu artikel jurnal ini harus memenuhi
standar yang telah ditetapkan, baik substansi redaksional,struktur, dan format.
3. Jurnal elektronik (electronic
journal)
Menurut Scott D. Brandt dalam definisi yang luas, e-journal adalah beberapa
pengelompokan informasi yang dikirim dalam bentuk elektronik dengan
periodisitas tertentu. Beberapa definisi membatasi konsep untuk jurnal
jaringan. Misalnya, Gail McMillan mendefinisikan jurnal elektronik sebagai
Lawrence R. Keating , Christa Easton Reinke, dan Judi A. Goodman menggunakan
"setiap serial diproduksi, diterbitkan, dan didistribusikan secara
nasional dan internasional melalui jaringan elektronik seperti Bitnet dan
Internet." " sebuah jurnal ilmiah yang disampaikan secara elektronik
melalui jaringan "sebagai definisi. Jumlah
yang segala aspek (penyiapan, review, penerbitan dan penyebaran) dilakukan
secara elektronik. Kemunculan jurnal ini karena mahalnya pencetakan jurnal,
kemajuan teknologi computer, dan meluasnya woeld wide web. Keuntungan jurnal
elektronk ini antara lain :
1. Lebih murah biaya pencetakannya
2. Hemat tempat (bagi perpustakaan)
3. Dalam waktu yang sama dapat
dimanfaatkan banyak orang
4. Lebih cepat tersajikan kepada
pemustaka
5. Tidak perlu memproses seperti
peoses jurnal cetak
6. Cepat penerbitannya.
Terbitan serial dalam bentuk elektronik,
biasanya terdiri dari tiga format yakni teks, teks dan grafik, dan full image
(dalam bentuk pdf). Jurnal elektronik memiliki beberapa kelebihan bila dibanding
dengan jurnal tercetak antara lain: kemutakhiran, cepat diterima, menghemat
tempat, dalam waktu yang sama dapat diakses banyak orang, lebih aman, mudah
penelusuran, dan relative lebih murah. Kini telah beredar data base e-journal
antara lain proquest, EBSCO, science dirct, scopus, IEEEComputer, JSTOR,dan
lainya.
C. Ciri-ciri Jurnal
Ciri-ciri umum yang
perlu diperhatikan dalam jurnal:
Judul jurnal harus meng-cover semua subjek dari setiap liputan yang ada.
Kualitas artikel harus menjamin keinginan pembaca.
Nama-nama editor atau editorial board memberikan indikasi tentang subjek
yang ada dalam jurnal tersebut.
D.
Jurnal Ilmiah untuk akreditasi
|
||||||||
Jurnal ilmiah yang diajukan untuk memperoleh Akreditasi, yaitu jurnal yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut :
|
||||||||
0 komentar:
Posting Komentar